JAKARTA, SaudagarMuslim.news – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan pertemuan strategis dengan jajaran pengurus pusat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) guna membahas transformasi dan "Arah Baru Ekonomi Umat", Senin (6/4/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada penguatan ekosistem industri halal dan optimalisasi peran saudagar muslim sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Dalam diskusi tersebut, Menteri Agama menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku usaha untuk memastikan ekonomi umat tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya saing kualitas di pasar global.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kemudahan berusaha, khususnya dalam percepatan sertifikasi halal. Kami melihat ISMI sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani para pelaku usaha dengan kebijakan pemerintah, sehingga target Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dapat segera terwujud," ujar Menag.
Akselerasi Industri Halal dan Digitalisasi
Pertemuan ini memunculkan gagasan mengenai arah baru yang lebih adaptif terhadap teknologi. ISMI berkomitmen untuk mendorong anggotanya melakukan digitalisasi usaha serta memperluas literasi keuangan syariah di kalangan pengusaha muda.
Ketua Umum ISMI Ilham Habibie menyatakan bahwa arah baru ekonomi umat harus bertumpu pada kemandirian dan kolaborasi lintas sektor.
ISMI siap menjadi wadah konsolidasi bagi para saudagar dari berbagai latar belakang organisasi (seperti MUI, NU, Muhammadiyah, dan ICMI) untuk menyatukan kekuatan modal dan akses pasar.
"Kami membahas langkah-langkah konkret untuk memperkuat rantai pasok halal (halal value chain). ISMI ingin memastikan bahwa dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi, dikelola dengan prinsip syariah yang profesional," ungkapnya bersama jajaran pengurus ISMI.
Optimisme Ekonomi Syariah
Pertemuan ini juga menyinggung upaya peningkatan peran zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) produktif sebagai pilar pendanaan bagi UMKM binaan. Menag berharap ISMI dapat berperan aktif dalam membina pelaku usaha kecil agar mampu naik kelas melalui pendampingan teknis dan manajerial.
Dengan adanya kesamaan visi antara Kementerian Agama dan ISMI, diharapkan arah baru ekonomi umat ini akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis masjid dan komunitas muslim.
Hasil pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) atau program kerja bersama yang lebih teknis guna memberikan dampak instan bagi kemajuan saudagar muslim di seluruh Indonesia.(*/fir)